SBY Kalah Dalam Pilpres 2009?

24 April 2009

Background

Perubahan peta politik di Indonesia, pasca Partai Golkar memutuskan untuk tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat, membuat suhu politik di tanah air semakin tak menentu dan sukar untuk diprediksi.

Partai-partai politik terutama partai-partai yang berada dalam urutan 10 besar pemilu legislatif yang lalu, kembali mengkalkulasi ulang setiap kemungkinan politik yang mungkin terjadi.

Sejumlah analis, pengamat, pemerhati dan peminat politik serta seluruh lapisan masyarakat, gandrung mengikuti perkembangan, tentang apa yang bakal terjadi di ranah percaturan politik nasional.

Manuver-manuver politik yang dilakukan oleh elite-elite partai, mau tidak mau menjadi berita hangat yang senantiasa diburu para pekerja press nasional, baik cetak maupun elektronik. Bahkan dunia maya dengan blog dan situs jejaring seakan tak mau ketinggalan dengan fenomena politik pasca pemilu legislatif dan menjelang pilpres 2009 kali ini.

Beberapa blogger, facebooker, friendster dan komunitas dunia maya lainnya memberikan perhatian dan minat yang cukup besar, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan gerak dinamika politik yang saat ini tengah terjadi. Pendek kata, perhatian sebagian besar masyarakat saat ini tengah tertuju pada siapa sosok yang bakal memimpin Indonesia dalam kurun waktu 2009-2014.

Maklum, di tengah situasi krisis global dan keadaan sosial ekonomi yang masih morat- marit, sosok pemimpin yang mampu membawa perbaikan dan perubahan secara komprehensive di negara ini, memang tengah di cari dan di nanti oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Persoalannya siapakah sosok pemimpin yang tepat itu?

Sejumlah nama telah beredar luas di tengah masyarakat, nama-nama tersebut merupakan perkiraan komposisi dari pasangan capres dan cawapres di pilpres 2009. Nama-nama yang kini beredar luas itu antara lain, SBY, JK, Megawati, Prabowo, Hidayat Nur Wahid, Wiranto, Akbar Tanjung, Hatta Rajasa, Dien Samsyudin dan Sultan Hamengkubuwono X.  Nama –nama-tersebut belum termasuk calon presiden dan calon wakil presiden independen.

Dari ke 10 nama tersebut 5 diantaranya telah memproklamirkan dan atau diproklamirkan  sebagai calon Presiden RI 2009-2014.

Nama-nama yang beredar tersebut mau tidak mau, suka atau tidak suka, akan menentukan arah koalisi dari partai-partai yang mengusung nama-nama tersebut. Kemudian akan menentukan pula pemerintahan seperti apa yang akan terbentuk pasca pilpres 2009.?

Tetapi di antara nama-nama tersebut manakah nama-nama yang akan diterima oleh masyarakat luas?

 

Analisis seorang awam.

Di atas kertas, Soesilo Bambang Yudhoyono, capres dari partai demokrat memiliki kans yang cukup besar di antara nama-nama yang lain. Untuk kembali memimpin RI 2009-2014. Setidaknya ada tiga alasan mendasar yang dapat dikemukakan dalam hal ini;

Pertama, hasil perolehan suara partai demokrat pada pemilu legislatif yang lalu, yang mencapai 20%, memudahkan Partai demokrat dan SBY untuk menjalin koalisi dengan partai manapun, setidaknya untuk berkoalisi dengan partai papan tengah.

Kedua, secara personal SBY memiliki karakter yang kuat sebagai pemimpin, perjalanan karir dan track record yang dimiliki oleh SBY hingga hari ini memenuhi kriteria persyaratan umum yang di harapkan oleh masyarakat luas.

Ketiga, dalam era kepemimpinannya, SBY dinilai oleh mayoritas masyarakat cukup berhasil dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Sementara untuk nama-nama yang lain akan sangat bergantung dengan bentuk koalisi yang terbentuk serta kesepakatan-kesepakatan politik dari partai-partai yang mendukung nama-nama tersebut. Perjalanan mereka ke kursi capres akan jauh lebih sulit, jika dibandingkan dengan SBY. Kompromi-kompromi politik mutlak diperlukan oleh elite-elite partai yang bersangkutan.

Pendek kata, nama-nama seperti Megawati Soekarno Putri, Jusuf Kalla, Prabowo, Wiranto, Sultan HB X dan Hidayat Nur Wahid mesti berjuang lebih keras untuk menuju kursi RI 1. Mereka juga harus menurunkan ego masing-masing dan juga ego partai demi koalisi yang akan mereka bangun.

Sebagaimana SBY, terhadap nama-nama yang muncul dalam bursa capres tersebut masyarakat tentu memiliki kenangan dan catatan tersendiri kepada mereka, pro dan kontra tentulah ada. Namun dari nama-nama tersebut penulis memiliki sebuah pandangan, hanya terdapat satu nama yang mampu bersaing dengan SBY dalam pilpres mendatang.

Sebuah nama yang menurut penulis paling mampu bersaing dengan SBY adalah Sultan Hamengkubuwono X. Sosok Sultan HBX dalam pandangan penulis mampu mengimbangi figur SBY secara personal, baik dari segi kharisma, intelektual, capabilitas, kredibilitas dan profesionalitas. Sayangnya Sultan HB X hingga hari ini belum mendapatkan dukungan penuh dari partai politik yang menginginkan pasangan Capres dan Cawapres di luar SBY dan Partai Demokrat.

Dan memang, pertarungan elite politik, kalkulasi politik dan  manuver politik belum lagi selesai.

Belum tahu apa yang terjadi esok hari.

Dengan konstelasi politik yang sedemikian rupa ini.

Akankah SBY kalah dalam Pilpres 2009.?

 

Salam.

 Trustdeenatha. 240409.

 


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Entry Filed under: Artikel. Tag: , , , , , , , , , , , .



3 Comments Add your own

  • 1.    boeding  |  April 24th, 2009 at 18:13

    Pilpres kali ini tak seru..paling cuma ada dua calon…ayo dong tambah..tambahhhhh

  • 2.    Anydaynes  |  Mei 25th, 2009 at 04:32

    Hi, courteous posts there :-) thank’s exchange for the gripping information

  • 3.    Mac  |  Mei 27th, 2009 at 07:12

    Saya masih yakin SBY BUDIONO akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan. Mari, kita dukung, dan doakan kiranya Tuhan YME berkenan.

Leave a Comment

Required

Required, hidden


Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tulisan Terakhir

Arsip

Blogroll

Meta

Belantara Seru

IP
free counters

Komentar Terakhir