Surat Terbuka Untuk Calon Presiden RI

26 Mei 2009

Indonesia, 25 Mei 2009.

Kepada Yth

Seluruh Calon Presiden Indonesia.

Di mana saja berada.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan banyak kebaikan, jalan serta kemudahan kepada salah satu diantara kalian untuk dapat menjalankan ujian mengurus lebih dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia.

Dan semoga pada saatnya nanti mayoritas masyarakat Indonesia akan memberikan mandat, amanah dan kedaulatan kepada salah seorang di antara kalian, untuk menjadi seorang pemimpin yang layak.

Sehingga dapat menjadi suri tauladan tidak hanya lokal tetapi juga interlokal.

Calon Presiden Indonesia Yang Terhormat,

Dalam beberapa waktu terakhir dan beberapa waktu kemudian, hingga nanti salah seorang di antara kalian terpilih, bangsa ini setidaknya akan terpecah menjadi lima poros.

Poros pertama adalah poros JK-Win, Poros kedua adalah poros SBY Berbudi, Poros ketiga adalah poros Mega Pro, Poros keempat adalah poros netral dan poros terakhir adalah poros Golput.

Setelah nanti salah seorang di antara kalian terpilih menjadi RI 1, maka komposisi lima poros setidaknya akan berubah menjadi tiga poros besar, yaitu poros partai koalisi pemenang pilpres, poros partai koalisi yang kalah pilpres, dan terakhir adalah poros rakyat, yang segera, sesaat setelah salah seorang di antara kalian diumumkan menjadi pemenang, akan kembali bersatu utuh, tak peduli yang menang itu yang ganteng atau yang cantik.

Bagi poros yang tersebut terakhir ini, siapapun pemimpinnya yang terpenting adalah apakah dia yang terpilih itu, merupakan seseorang yang menepati janji atau seorang pengingkar janji.

Seseorang yang bertanggung jawab terhadap kata-kata atau hanya seorang yang penuh retorika. Seorang yang mengambil tanggungjawab atau pelempar tanggungjawab.

Seseorang yang siap untuk menjadi bemper rakyat atau hanya seseorang yang menjadikan rakyat sebagai alas kaki dari sepatu yang mengkilap.

Karena bagaimanapun adilnya menurutmu, rakyat sesungguhnya tidak begitu peduli dengan bagi-bagi kekuasaan yang akan kalian lakukan, bagi-bagi kabinet, serta bagi-bagi yang lainnya itu. Karena yang demikian itu sesungguhnya adalah hadiah sayembara yang diberikan rakyat secara cuma-cuma kepada kalian.

Dan sebagaimana telah kalian ketahui dan sadari, rakyat akan kembali menjadi penonton lakon.

Pemuji sekaligus pencemooh.

Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah.

Penonton dengan keinginan-keinginan dan mimpi-mimpi sederhana untuk kalian wujudkan

Apakah keinginan-keinginan dan mimpi-mimpi rakyat yang sederhana itu?

Tentu saja bukan BLT bung!

Bukan BBM yang turun tiga kali tapi harga-harga barang masih juga mahal.

Bukan pula kata-kata lebih cepat seperti kilat

Bukan juga ingin dan mimpi untuk di panggil dengan sebutan penuh cinta “wong cilik” yang kesohor itu.

Agar kalian ketahui…

Keinginan dan mimpi rakyat yang sederhana itu ialah menjadi warga negara yang disegani dan dihormati dalam setiap pergaulan internasional, dimanapun dan kapanpun.

Keinginan dan mimpi rakyat yang sederhana itu ialah melihat negaranya, benderanya, para pemimpinnya dan pemerintahan yang dijalankannya, disegani dan dihormati dalam setiap pergaulan internasional, dimanapun dan kapanpun juga.

Keinginan dan mimpi rakyat Indonesia itu sederhana. 1US$ sama dengan 1Rp. Itu saja.

Nah, mengenai hal-hal dan bagaimana caranya agar mimpi dan keinginnan rakyat itu dapat terwujud, tentu saja menjadi tugas anda sebagai presiden terpilih untuk memikirkannya.

Karena tentu saja, rakyat tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal yang kecil seperti itu.

Sehingga perlu dipertegas dan agar kalian ketahui, sebagian besar waktu rakyat telah habis untuk memikirkan persoalan-persolan besar dan rumit lainnya, seperti; memikirkan cara mendapatkan pekerjaan yang layak, memikirkan kenaikan upah kerja, memikirkan kena PHK atau tidak, memikirkan kecukupan biaya kehidupan rumah tangga, memikirkan kecukupan biaya pendidikan, memikirkan kecukupan biaya kesehatan, memikirkan kecukupan waktu untuk tidur dan beristirahat, serta berjuta pikiran lainnya, yang akan membuat kalian segera bosan mendengarkannya. Dengan kata lain rakyat sibuk dan banyak urusan.

Sehingga adalah wajar jika rakyat memberikan mandatnya dan memilih salah satu diantara kalian untuk mewakili rakyat menjalankan tugas-tugas kenegaraan dan pemerintahan itu.

Pada akhirnya sebuah catatan yang hendaknya seantiasa kalian ingat.

Rakyat adalah penonton lakon. Pemuji sekaligus pencemooh. Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah. Dengan tinta emas atau tinta merah.

Demikianlah hal ini disampaikan atas perhatiannya di ucapkan terimakasih.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Entry Filed under: Artikel. Tag: , , , , , , , , .



3 Comments Add your own

  • 1.    ambo  |  Mei 27th, 2009 at 08:59

    saya kira, jika model pemerintahan nanti jka tidak ada perubahan ke yang lebih baik. perlu dipikirkan lagi model pemerintahan yang sesuai.

  • 2.    sumijan  |  Mei 27th, 2009 at 09:14

    saya nambah pesan saja, sebaiknya orang yang mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden, jauh dari sifat benci membenci dan dendam serta permusuhan antar pasangan calon.

    Apalagi bagi sesama presiden sangat memalukan jika tidak akur dan membangunkewalitas kominikasi yang baik,terlebih di mata publik.

    Pakailah komunikasi yang santun enak di dengar dan tidak menyakiti serta menyinggung perasaan yang lain.

    Rakyat ini hanya ingin pemimpin yang TENTERAM.

  • 3.    Pi Lih  |  Mei 27th, 2009 at 10:24

    Bagus dan menarik artikel ini dan tanpa bias, tapi maaf, sayang cuma seperti micin yg ENAK tapi TIDAK BERMANFAAT , malah merusak diri.
    Coba simak kutipan2 dibawah ini :
    ‘Karena bagaimanapun adilnya menurutmu, rakyat sesungguhnya tidak begitu peduli dengan bagi-bagi kekuasaan yang akan kalian lakukan, bagi-bagi kabinet, serta bagi-bagi yang lainnya itu. Karena yang demikian itu sesungguhnya adalah hadiah sayembara yang diberikan rakyat secara cuma-cuma kepada kalian.

    ‘Rakyat adalah penonton lakon. Pemuji sekaligus pencemooh. Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah. Dengan tinta emas atau tinta merah.’

    Sikap Apatisme seperti itulah kenapa NKRI masih seperti sekarang biarpun telah 65 tahun merdeka.
    Siapa yg tidak mau menjadi org berpangkat dan menang lotere triliunan rupiah?
    Makanya lihatlah Pileg2 dan org parpol mati2an berebutan kursi dgn menghalalkan segala cara.

    RAKYAT HARUS MEMPERGUNAKAN KESEMPATAN PEMILU UNTUK MEMILIH PEMIMPIN2NYA yg menurutnya LEBIH JUJUR/TULUS/BERTANGGUNG JAWAB daripada …..

    Kasarnya, bila ketua RT/RW kita itu kita indikasikan sebagai pemeras, perampok ataupun pembunuh, masa kita cukup menghimbau dan tetap membiarkan mereka hidup diantara kita, apalagi ketua lingkungan kita?

Leave a Comment

Required

Required, hidden


Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Tulisan Terakhir

Arsip

Blogroll

Meta

Belantara Seru

IP
free counters

Komentar Terakhir