<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Komentar untuk Trustdeenatha</title>
	<atom:link href="http://trustdeenatha.blogdetik.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trustdeenatha.blogdetik.com</link>
	<description>Belantarakata Trustdeenatha</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 19:06:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Surat Terbuka Untuk Calon Presiden RI oleh Pi Lih</title>
		<link>http://trustdeenatha.blogdetik.com/2009/05/26/surat-terbuka-untuk-calon-presiden-ri/comment-page-1/#comment-42</link>
		<dc:creator>Pi Lih</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:24:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://trustdeenatha.blogdetik.com/?p=29#comment-42</guid>
		<description>Bagus dan menarik artikel ini dan tanpa bias,  tapi  maaf, sayang  cuma seperti micin yg ENAK tapi TIDAK  BERMANFAAT ,  malah merusak diri.
Coba simak kutipan2 dibawah ini :
'Karena bagaimanapun adilnya menurutmu, rakyat sesungguhnya tidak begitu peduli dengan bagi-bagi kekuasaan yang akan kalian lakukan, bagi-bagi kabinet, serta bagi-bagi yang lainnya itu. Karena yang demikian itu sesungguhnya adalah hadiah sayembara yang diberikan rakyat secara cuma-cuma kepada kalian. 

'Rakyat adalah penonton lakon. Pemuji sekaligus pencemooh. Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah. Dengan tinta emas atau tinta merah.'

Sikap Apatisme seperti itulah  kenapa NKRI masih seperti sekarang biarpun telah 65 tahun merdeka.
Siapa yg tidak mau menjadi org berpangkat dan menang lotere triliunan rupiah? 
Makanya lihatlah Pileg2 dan org parpol mati2an berebutan kursi dgn menghalalkan segala cara. 

 RAKYAT HARUS MEMPERGUNAKAN KESEMPATAN PEMILU UNTUK MEMILIH PEMIMPIN2NYA  yg menurutnya LEBIH JUJUR/TULUS/BERTANGGUNG JAWAB daripada  …..

Kasarnya, bila ketua RT/RW kita itu  kita indikasikan sebagai pemeras,  perampok ataupun pembunuh, masa kita cukup menghimbau dan tetap membiarkan mereka hidup diantara kita, apalagi ketua lingkungan  kita?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus dan menarik artikel ini dan tanpa bias,  tapi  maaf, sayang  cuma seperti micin yg ENAK tapi TIDAK  BERMANFAAT ,  malah merusak diri.<br />
Coba simak kutipan2 dibawah ini :<br />
&#8216;Karena bagaimanapun adilnya menurutmu, rakyat sesungguhnya tidak begitu peduli dengan bagi-bagi kekuasaan yang akan kalian lakukan, bagi-bagi kabinet, serta bagi-bagi yang lainnya itu. Karena yang demikian itu sesungguhnya adalah hadiah sayembara yang diberikan rakyat secara cuma-cuma kepada kalian. </p>
<p>&#8216;Rakyat adalah penonton lakon. Pemuji sekaligus pencemooh. Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah. Dengan tinta emas atau tinta merah.&#8217;</p>
<p>Sikap Apatisme seperti itulah  kenapa NKRI masih seperti sekarang biarpun telah 65 tahun merdeka.<br />
Siapa yg tidak mau menjadi org berpangkat dan menang lotere triliunan rupiah?<br />
Makanya lihatlah Pileg2 dan org parpol mati2an berebutan kursi dgn menghalalkan segala cara. </p>
<p> RAKYAT HARUS MEMPERGUNAKAN KESEMPATAN PEMILU UNTUK MEMILIH PEMIMPIN2NYA  yg menurutnya LEBIH JUJUR/TULUS/BERTANGGUNG JAWAB daripada  …..</p>
<p>Kasarnya, bila ketua RT/RW kita itu  kita indikasikan sebagai pemeras,  perampok ataupun pembunuh, masa kita cukup menghimbau dan tetap membiarkan mereka hidup diantara kita, apalagi ketua lingkungan  kita?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.095 seconds -->

